Kamis, 29 Desember 2011

Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan

Penduduk adalah kelompok atau kumpulan dari masyarakat yang terbentuk di suatu wilayah. Penduduk  bisa didefinisikan menjadi dua yaitu:
  • Orang yang tinggal di daerah tersebut
  • Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain.
Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.
Masalah-masalah kependudukan dipelajari dalam ilmu Demografi. Berbagai aspek perilaku menusia dipelajari dalam sosiologi, ekonomi, dan geografi. Demografi banyak digunakan dalam pemasaran, yang berhubungan erat dengan unit-unit ekonomi, seperti pengecer hingga pelanggan potensial.
Masyarakat adalah sejumlah manusia yang merupakan satu kesatuan golongan yang berhubungan tetap dan mempunyai kepentingan yang sama.Seperti; sekolah, keluarga,perkumpulan, Negara semua adalah masyarakat
Menurut Ki Hajar Dewantara, kebudayaan adalah buah dari manusia, yang merupakan hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, alam dan jaman (kodrat dan masyarakat) yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran di alam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya besipat tertib dan damai. Dalam hal ini kebudayaan sangat lah erat hubungannya dengan masyarakat, oleh karena itu menurut beberapa ahli tentang kebudayaan tersebut seperti menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat, ada juga pendapat menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
PERMASALAHAN PENDUDUK
Thomas Robert Malthus adalah orang yang pertama mengemukakan teori mengenai penduduk. Dalam edisi pertamanya “Essay Population “ tahun 1798. Malthus mengemukakan adanya dua persoalan pokok, yaitu bahwa bahan makanan adalah penting utnuk kehidupan manusia dan nafsu manusia tidak dapat ditahan. Bertitik tolak dari hal itu teori Malthus yang sangat terkenal yaitu bahwa berlipat gandanya penduduk itu menurut deret ukur, sedangkan berlipat gandanya bahan makanan menurut deret hitung, sehingga pada suatu saat akan timbul persoalan-persoalan yang berhubungan dengan penduduk. Dalam tempat tinggal disuatu daerah pastilah memiliki problematika dan permasalahannya. Berikut adalah permasalahan yang sering timbul pada penduduk:

      1.       Permasalahan ekonomi.
Yaitu masalah yang sangat menyangkut dengan keuangan penduduk tesebut untuk memenuhi kebutuhannya. Hal tersebut dapat diatasi dengan cara bekerja untuk mendapatkan nafkah. Banyak sekali penduduk di Indonesia yang kehidupannya belum sejahtera, untuk mengatasi hal itu sebenarnya pemerintah telah melakukan banyak solusi. Seperi melakukan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT), member subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM) dan lain-lainnya.

       2.       Permasalahan Kenyamanan Hidup.
Dalam hidup memang selalu ada ancaman yang mengintsi dalam berkehidupan, yaitu kenyamanan untuk hidup berdampingan dengsn penduduk satu sama lainnya. Contohnya seperti ketidaknyamanan bekendara dengan permasalahan kemacetan yang selalu tidak pernah bias diurai atau dicegah. Memang tidak semua penduduk yang hidup itu selalu baik dengan kita tetapi ada saja orang jahan yang mengintai dan dapat membahayakan diri kita.

DINAMIKA PENDUDUK
Perkembangan Jumlah Penduduk Indonesia dalam Kaitannya dengan Perkembangan Penduduk Dunia. Jumlah penduduk suatu Negara atau wilayah dapat diketahui secara resmi dari publikasi hasil sensus penduduk.Jumlah penduduk pada suatu negara selalu mengalami perubahan yang disebabkan oleh faktor kelahiran, kematian dan migrasi atau perpindahan penduduk. Perubahan keadaan penduduk tersebut dinamakan dinamika penduduk. Dinamika atau perubahan penduduk cenderung kepada pertumbuhan.
KOMPOSISI PENDUDUK
Manusia dikenal sebagai makhluk sosial, yang meskipun terdiri atas individu-individu yang berbeda tetapi tidak bisa hidup sendiri. Jadi, suatu hal yang naluriah jika terbentuk kelompok-kelompok dalam lingkungan manusia. Pengelompokan inilah yang juga mengubah dinamika antroposfer. Terbentuknya pengelompokan manusia didasarkan pada dua hal, yaitu hal yang alami (biologis) dan dari kepentingan maupun kondisi lingkungan. Persamaan kondisi lingkungan ataupun kepentingan menjadi kriteria terbentuknya kelompok.
Contoh pengelompokan antara lain pengelompokan penduduk berdasarkan ciri ekonomi meliputi jenis pekerjaan, lapangan pekerjaan, dan tingkat pendapatan. Data ini berguna untuk mengetahui tingkat kesejahteraan penduduk. Pengelompokan ini bermanfaat bagi pemerintah untuk perencanaan pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan. Contoh pengelompokan bisa berdasarkan batas administrasi seperti desa, kota, kabupaten, dan provinsi. Setiap kriteria pengelompokan ini mempunyai tujuan untuk berbagai kemudahan.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons